
WARINGIN KURUNG— Tempe adalah makanan lokal Indonesia yang mendunia. Bahkan, pencintanya rela memproduksi sendiri di negeri-negeri yang jauh. Cita rasanya yang gurih sederhana membuat warga dunia jatuh cinta. Selain cita rasanya yang gurih, tempe ternyata mengandung banyak protein nabati yang sangat baik untuk metabolisme tubuh.
Produksi tempe merupakan sebuah peluang untuk menjalani bisnis. Terlebih cara pembuatan tempe yang sangatlah mudah untuk dipelajari dan dapat dilakukan menjadi produksi rumahan yang tidak membutuhkan tempat yang terlalu besar. Untuk menghasilkan tempe yang berkualitas, haruslah memiliki keterampilan dan ilmu dalam hal fermentasi kacang kedelai.

Seperti halnya potensi Desa Waringin Kurung yang mempunyai produksi tempe rumahan. Salah seorang warga WaringinKurung yang saat ini menjalani usaha tempe rumahan adalah Hasan. Usaha membuattempe ini sudah ditekuni sejak tahun 2002 dengan dibantu istri dan anaknya. Tempe yang diproduksi kemudian disebarkan ke warung-warung dan juga bisa dijual eceran kepada warga sekitar.
Tempe buatannya dipasarkan dalam dua pilihan, yakni ukurankecil dan ukuranbesar tergantung ukurannya. Harga tempenya dibanderol dari Rp.1500 sampai Rp.2500 tergantung besar kecilnya. Pembelian grosiran untuk dijual diagen/warung harganya berbeda dan jauh lebih murah.
“Hasilproduksi sehari bisa hasilin 500 buah tempe dan alhamdulilah setiap hari habis,”kata Hasan.
Untuk memperoleh tempe yang berkualitas baik, Hasan memilih kedelai yang berkualitas baik dan menggunakan bahan-bahan baru sehingga tempe yang dihasilkan sangat fresh.